Sabtu, 21 Maret 2015

"Cyborg Cockroaches" Kecoa Pintar Pencari Korban Bencana

Pernahkan Anda membayangkan jika Kecoa suatu saat nanti menjadi pahlawan tatkala terjadi bencana yang tidak bisa sepenuhnya diatasi oleh manusia.?

Kecoa "Cyborg Cockroaches" suatu hari nanti dapat digunakan untuk membantu manusia mencari korban kecelakaan seperti masuk kedalam reruntuhan tambang bawah tanah guna mencari korban selamat atau melakukan tugas berbahaya seperti memasuki pembangkit listrik tenaga nuklir.

"Cyborg Cockroaches" Kecoa Pintar Pencari Korban Bencana
Cyborg Cockroaches menggendong peralatan elektronik yang dapat mengendalikan pergerakannya. | foto : Carlos Sanchez/livescience

Tim peneliti menggunakan kecoa hidup yang telah dilengkapi dengan elektrode untuk menstimulasi saraf pada antena kecoa tersebut.  Para peneliti dapat mengendalikan arah pergerakan kecoa dari jarak jauh. 


"Meski kecoa dianggap hama rumah, kegunaannya masih lebih baik bila dibandingkan dengan robot berukuran kecil yang pernah diciptakan," kata Hong Liang, imluan asal Texas A&M University Collage Station, Texas, AS, seperti dikutif Livesience. Ia menambahkan, alat pengendali jarak jauh membuat operator dapat memerintahkan kecoa pergi kemana saja, termasuk lokasi bencana yang membahayakan manusia.

Liang dan tim memasang elektorde pada saraf kecoa jenis amerika (Periplaneta americana) dan kecoa jenis discoid (Bleberus discoidalis). Meski nampak kejam karena menggunakan kecoa dan mengotrol kebebasan kehidupannya, namun waktu istirahat tetap diberikan kepada kecoa tersebut.

Senin, 16 Maret 2015

Comro, BTS Temuan Anak Bandung untuk Keperluan Konser

Lima anak Bandung dari Service Quality Center Telkomsel menelurkan sebuah alat bernama Comro (Compact Mobile Base Station Radio on Dense Area).

Alat ini memiliki fungsi yang sama seperti mobil BTS besar yang biasanya kita temukan di konser musik dan acara hiburan lainnya. Bedanya, alat ini memiliki ukuran jauh lebih kecil, sehingga lebih hemat tempat dan praktis.


Comro, BTS Temuan Anak Bandung untuk Keperluan Konser
Comro, BTS Temuan Anak Bandung untuk Keperluan Konser

Yuyun yang merupakan salah satu perancang alat ini menjelaskan "Kan biasanya mobil BTS itu besar-besar. Dayanya juga besar dan makan tempat banyak banget. Ini (Comro) kita buat lebih compact, supaya bisa dipakai di outdoor dan indoor".

Menurut Yuyun, ada beberapa komponen yang biasanya disematkan pada BTS besar, yang dilepas dari Comro. "Biasanya power supply-nya yang besar, yang ada generator dan sebagainya. Kalau di sini kita langsung pada modul-modulnya saja. Perangkat LTE-nya juga termasuk di situ," Yuyun menjelaskan.


Produk yang diberi nama "Comro" ini memang telah menggunakan jaringan 4G untuk pengoperasiannya. Ke depannya, Yuyun dan kawanannya berencana membuat BTS yang lebih kecil lagi. "Saat ini memang cuma bisa segini, nanti kita buat lebih kecil lagi," ia mengimbuhkan.

BTS Radio adalah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan operator. Selain digunakan pada acara-acara musik dan hiburan, alat ini penting pula digunakan untuk siaran televisi di luar studio.

Biasanya, mobil BTS memiliki ukuran yang cukup besar sehingga hanya bisa digunakan untuk acara outdoor. Selain itu, penggunaan dayanya pun lebih besar.

Dicoret-coret oleh Ridwan Kamil

Melihat anak muda Bandung yang kreatif dan solutif, Wali Kota Bandung Ridwan kamil pun menanggapi dengan positif. Menurutnya, kreativitas anak Bandung memang tak perlu diragukan lagi.

"Wah, jadi sekarang kalau mau konser bisa pakai yang lebih praktis, ya?," begitu kata pria yang kerap disapa Kang Emil ini ketika melihat Comro.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menuliskan kekagumannya terhadap COMRO
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menuliskan kekagumannya terhadap COMRO

Sontak, Kang Emil pun menuliskan rentetan kata untuk menggambarkan rasa bangganya kepada para penggodok Comro. "Karya luar biasa oleh anak Bandung," begitu tulisan yang dipatrikan pada badan Comro.

Melihat respon positif dari pemkot, Yuyun dan kawanannya pun berencana akan memperbanyak jumlah Comro. Untuk sementara, alat ini baru tersedia dua buah. Satu di Bandung dan satu lainnya di Jakarta.

"Kalau lihat antusias Bang Emil tadi, kita semangat bakal bikin lebih banyak lagi supaya bisa dipakai di tempat yang lebih banyak," katanya.  (Kompas)

NSA Pernah Sadap Bank Negara Indonesia?

Belakangan ini dunia perbankkan dihebohkan dengan isu penyadapan dan pembobolan oleh peretas internasional. Salah satu bank terbesar di Indonesia, Bank Negara Indonesia (BNI) dikabarkan ternyata pernah disadap Amerika Serikat.

Bank Negara Indonesia (BNI) dikabarkan ternyata pernah disadap Amerika Serikat

Kabar tersebut muncul dari sebuah dokumen berjudul "Intro to the VPN Exploitation Process" yang diunggah ke situs Snowden Archive. Situs ini sendiri berisikan dokumen-dokumen rahasia yang pernah diungkap oleh Edward Snowden, seorang mantan karyawan kontrak NSA yang kini banyak membocorkan rahasia keamanan internet.

Di halaman 42 dokumen berbentuk file presentasi tersebut, National Security Agency (NSA) diketahui berhasil menyadap berbagai lembaga keuangan di berbagai negara, salah satunya BNI. Lembaga keuangan lain yang masuk target operasi penyadapan ini adalah Kabul Bank.


Alasan mengapa NSA menyadap BNI tidak dijelaskan. Meskipun begitu, dokumen tersebut membeberkan teknik penyadapan tersebut menggunakan jalur virtual private network (VPN), jalur yang digunakan milik operator Flexi dari Telkom.

Sekadar informasi, VPN merupakan sebuah jaringan privat yang mengizinkan penggunanya untuk terhubung ke jaringan lain, seperti internet. Jaringan ini biasanya dikenal aman. Pasalnya, jaringan VPN dilindungi dengan metode enkripsi.

Tidak diketahui juga cara NSA memanfaatkan jaringan yang terkenal aman tersebut.

Menurut penelusuran Kompas Tekno, dokumen "Intro to the VPN Exploitation Process" tampaknya dipresentasikan pada 13 September 2010 lalu. Ada kemungkinan, penyadapan terhadap BNI tersebut dilakukan jauh sebelum tanggal tersebut.

Dokumen yang disebarkan oleh Snowden membuka banyak rahasia penting mengenai keamanan internet. Berdasarkan dokumen tersebut, terbongkar berbagai aktivitas penyadapan yang dilakukan dari satu negara ke negara lain, termasuk Indonesia.

Salah satu isu terhangat dalam waktu dekat ini adalah penyadapan yang dilakukan oleh Pemerintah Selandia Baru terhadap operator seluler di Indonesia, Telkomsel. (Kompas)

Minggu, 15 Maret 2015

Peneliti Temukan Sumber Rasa Sakit di Otak

Penelitian terbaru berhasil menemukan "sensor rasa sakit" sebagai respon pada otak ketika kita menginjak paku payung atau pada saat tulang sikut terbentur benda.

Peneliti melakukan scan pencitraan otak orang yang mengalami rasa sakit akibat waxing dan mereda selama beberapa jam. Mereka mengidentifikasikan sebuah bagian dari otak bernama dorsal posterior insula, yang menjadi aktif saat seseorang merespons rasa sakit yang dialami.


Peneliti Temukan Sumber Rasa Sakit di Otak

"Kami telah mengidentifikasi area pada otak yang bertanggung jawab atas inti 'sakit' dari pengalaman rasa sakit," terang pemimpin penelitian sekaligus profesor ilmu anestetik di University of Oxford, Inggris, Irene Tracey.

Temuan ini kelak bisa membantu dokter mendeteksi sakit pada orang yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik, seperti anak kecil, orang yang sedang koma, atau demensia. Penelitian ini sudah dipublikasikan pada 9 Maret dalam jurnal Nature Neuroscience.


Dalam studi tersebut, Tracey dan rekan-rekannya mengoles krim mengandung zat kimia capsaicin, bahan dalam cabai yang menyebabkan sensasi terbakar, di 17 kaki relawan yang sehat. Peneliti kemudian meletakkan botol air panas atau air dingin di atas kulitnya untuk menambah atau mengurangi rasa sakit masing-masing.

Sementara itu, mereka memindai otak para peserta penelitian dan menanyakan seberapa banyak rasa sakit yang mereka rasakan. Mereka menemukan bahwa dorsal posterior insula lebih bersinar di pemindaian otak ketika partisipan melaporkan rasa sakit yang amat sangat, menyimpulkan bahwa bagian ini merupakan tolok ukur rasa sakit di otak.

Selanjutnya, tim berencana untuk menguji apakah mungkin untuk "mematikan" area otak tersebut pada orang yang menderita sakit keras, khususnya yang sudah mengalami kegagalan dalam pengobatan. (Kompas)

Kamis, 12 Maret 2015

Di Masa Depan Iran Terjunkan Prajurit Robot Untuk Berperang

Ketika negara Islam Iran di masa depan akan berperang, yang maju tak hanya prajurit manusia namun juga ‘prajurit’ robotika.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Komandan Angkatan Darat Iran, Letnan Jenderal Ahmad Reza Pourdastan. Berdasarkan sumber berita asal Iran, Fars News Service, penggunaan teknologi mumpuni itu dianggap cukup menakutkan.


Di Masa Depan Iran Terjunkan Prajurit Robot Untuk Berperang

Pourdastan mengatakan, Self-Sufficiency Jihad Organization bergabung dengan tentara AD Iran sedang mengembangkan robot perang tersebut yang dikabarkan akan mampu menjalankan berbagai tugas.

Walau belum banyak informasi mengenai kehebatan robot perang ini, berdasarkan perkiraan robot canggih Iran akan dilengkapi dengan sejata mesin apik berukuran 7,62 mm, misil atau roket yang bakal dikendali dari jauh (remote controlled), serta thermal camera yang mampu beroperasi di kondisi malam.


Robot perang Iran ini dikabarkan akan dibekali kemampuan operasi dengan jarak lima sampai tujuh kilometer.

Kantor berita CNN sempat mewartakan, kemunculan robot di medan perang modern telah terjadi secara cepat.

Saat Amerika Serikat menyerbu Irak lebih dari sepuluh tahun yang lalu, AS hanya menggunakan sistem drone di udara dan tak ada teknologi mumpuni untuk pertahanan darat.

Kini, inventaris pertahanan udara AS sudah mencapai sekitar tujuh ribu drone helikopter seperti jenis Predator and Reaper.

Tentara AS kemudian mencobakan robot perang untuk pertahanan darat dan sekarang sudah mencapai angka 12 ribu, salah satunya iRobot PackBots yang digunakan untuk pemboman Afganistan. Lalu tahun lalu, pihak AS berharap robot pada akhirnya bisa menggantikan seperempat tentara manusia pada pertengahan abad mendatang.

Sementara di Suriah, penentang pemerintahan Bashar al-Assad pada 2013 silam juga menggunakan robot bersenjata mesin yang dikendalikan dari jauh untuk memantau tanpa membahayakan manusia. (CNN Indonesia)

Senin, 09 Maret 2015

Teknologi Anti Sadap Buatan Dalam Negeri

PT Indoguardika Cipta Kreasi mengenalkan berbagai produk komunikasi dan informasi anti sadap pada Indodefence Expo, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (5/11).

Badan Usaha Milik Swasta yang bergerak di bidang industri pertahanan nasional ini, memperkenalkan produk salah satunya adalah produk Cyber Defence Teknologi Anti Sadap untuk komunikasi via jaringan mobile, kabel, maupun data internet.


Teknologi Anti Sadap Buatan Dalam Negeri

"Kami pamerkan ke publik produk unggulan  anti sadap layanan pesan pendek atau SMS Guard, suara atau Voice Guard, pesan instan atau Chat Guard dan telepon PSTN atau TiO Guard," kata Managing Director PT ICK, Dahniar Wisnu Paramita, di Booth D187, Hall D, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dahniar menjelaskan, diantara keempat produk yang dipamerkan, tiga diantaranya merupakan produk baru yang  diluncurkan di perhelatan akbar pameran teknologi internasional itu. Tiga produk baru  tersebut Voice Guard, Chat Guard dan Tio Guard. "Menyusul tahun depan  kita luncurkan layanan antisadap Email Guard dan VPN (Virtual Private Network) Guard," ujarnya.


Sementara layanan SMS Guard sendiri sudah bisa dinikmati publik sejak tahun lalu. Semua produk teknologi keamanan komunikasi dan sistem informasi tersebut asli buatan karya anak bangsa.

“Kami kumpulkan para ahli kriptografi, IT security, mobile web developer, dan manufaktur perangkat keras berenkripsi asli Indonesia untuk mengembangkan produk komunikasi aman anti sadap,” papar Dahniar.

Research and Production Director ICK Sujoko menjelaskan teknologi anti sadap perusahaan IT Security ini  sudah berstandar internasional. Algoritma, protokol, key management, aplikasi dan hardware berenkripsi yang dikembangkannya selain untuk kepentingan pemerintahan sipil, bisa dimodifikasi untuk kepentingan militer.

“Untuk kepentingan pemerintahan sipil misalnya, teknologi kami dapat dikembangkan dan diimplementasikan untuk melindungi keamanan data program e government. Sementara untuk militer, teknologi anti sadap tersebut mendukung jalur komunikasi aman  personel militer maupun kepentingan operasi via jaringan mobile, kabel, maupun jalur data. Semuanya untuk mendukung konsep cyber defence Indonesia,” ujar Sujoko. (JPNN)

Ilmuan Ubah Air Kencing Jadi Sumber Listrik Abadi

Ilmuwan Universitas Bristol dan Oxfam, berhasil menciptakan alat daur ulang air kencing menjadi energi listrik. Alat berbentuk tiolet memanfaat kan teknologi microbial fuel cell (MFC).

Menurut sang pencipta, profesor Ioannis Ieropoulos, teknologi MFC menggunakan bakteri pemakan urin untuk bisa menghasilkan listrik. Bakteri tadi akan mengonsumsi urin dan menghasilkan energi dalam bentuk listrik. Lalu, listrik yang dihasilkan disimpan dalam baterai khusus.


Ilmuan Ubah Air Kencing Jadi Sumber Listrik Abadi

"MFC bekerja dengan memakan urin, hal ini diperlukan untuk pertumbuhan bakteri di dalamnya. Teknologi ini termasuk teknologi ramah lingkungan yang tidak membutuhkan bahan bakar atau menghasilkan zat sisa yang berbahaya," ujar profesor Ieropoulos, Daily Mail (05/03).


Kedepannya, pengguna toilet bisa melihat listrik yang disimpan dalam toilet lewat sebuah monitor sederhana. Bahkan, pengguna kelak bisa mengisi daya smartphone langsung di toilet.

Dan karena menggunakan kencing, teknologi ini bisa terus digunakan selama ada manusia yang butuh ke toilet. Alhasil, banyak ilmuwan yang menyebut ini adalah teknologi penghasil listrik abadi.

Teknologi MFC pun sangat murah. Hanya dibutuhkan dana Rp 20 ribu untuk membuat MFC skala kecil yang bisa diaplikasikan di berbagai toilet di seluruh dunia.



Sumber : Merdeka.com